Tampilkan postingan dengan label Kambing. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kambing. Tampilkan semua postingan

Senin, 10 November 2014

Sekilas tentang kambing Etawa atau PE

       Asal-usul Kambing Etawa


Kambing merupakan hewan ruminansia yang sudah di domestikasi sejak 7000 tahun lalu setelah anjing, kuda &domba.
Kambing berasal dari daerah Asia Barat dan Persia, dan mulai dibudidayakansejak tahhun 7000-8000 SM. Dalam perkembangannya kambing hasil domestikasi ini menyebar ke berbagai pelosok dan beradaptasi menghasilkan nilaifungsional berbeda -  beda yaitu ada yang cocok sebagai kambing pedaging,kambing penghasil susu, diambil bulunya maupun kambing penghasil susu sekaligusdaging.
Dari hasil adaptasi ini muncullah berbagai species dan karakter spesifik diberbagai daerah, hasilnya kambing Etawa dari Jamnapari India, kambing Apin daripegunungan Alpen di Swiss, kambing Saanen dari Swiss, kambing Anglo Nubian dariNubian timur laut Afrika, kambing Beetel dari Rawalpindi  dan Lahore,Pakistan serta di Punjab, India.
Namun demikian dari banyaknya jenis kambing yang ada di dunia kambing Etawadari India adalah yang paling terkenal, hal ini disebabkan karena kambing Etawamerupakan kambing unggul dwiguna yang sangat potensial sebagai penghasil dagingdan susu.
Kambing Etawa, masuk ke Indonesia pertama kali di bawa oleh orang Belandapada tahun 1920-an, orang Belanda tersebut membawa banyak kambing Etawa pertamakali ke Pulau Jawa, tepatnya di Jogyakarta. Kambing ini lebih terkenal sebagaikambing perah / penghasil susu, dimana saat itu kambing ini di sebut dengankambing Benggala / kambing Jamnapari sesuai dengan asalnya di India.
Selanjutnya kambing Etawa ini dikembangbiakkan di daerah perbukitan Menorehsebelah barat Jogyakarta dan di Kaligesing, Purworejo. Seiring denganperjalanan waktu terjadilah perkawinan silang antara kambing Etawa dengankambing lokal, ( seperti kambing Jawarandu atau kambing Kacang,) dan ternyataketurunan yang dihasilkan lebih bagus daripada kambing lokal.
Keturunan hasil persilangan kambing Etawa dengan kambing Jawarandu ataukambing Kacang oleh masyarakat disebut keturunan Etawa atau Peranakan Etawa.Terkenal dengan sebutan  kambing Peranakan Etawa atau kambing  PE.
Daerah Kaligesing di Purworejo, Jawa Tengah hingga saat ini merupakan daerahsentra utama peternakan kambing PE, karena daerah ini berhawa dingin danmemiliki potensi hijauan melimpah sehingga sangat cocok untuk kambing PE, jikamembicarakan kambing PE, sebagian besar masyarakat langsung teringat daerahini, sehingga tidak salah jika kambing PE menjadi trademark daerahKaligesing.
Sebagai kambing unggul dwiguna yang potensial kambing Etawa menyebar dibeberapa negara dan banyak digunakan untuk memperbaiki kualitas kambing lokal,dengan cara mengawinkan kambing Etawa dengan kambing lokal seperti yang ada diKaligesing. Namun hingga tahun 2008, populasi kambing PE terbesar tetap beradadi Indonesia.
Sentra pengembangan kambing PE selain di Kaligesing, adalah di Jogyakarta(Bantul, Sleman, Gunungkidul, Kulonprogo) di Jawa Timur (Tulungagung , Blitar,dan Malang), di Jawa Tengah (Pati, Banyumas,  Banjarnegara, Kebumen,Wonosobo dan Jepara) di Jawa Barat (Bogor, Bandung dan Sukabumi) sertaPalembang dan Lampung.
Namun demikian sentra kambing PE terbesar selain Kaligesing adalah Bantuldan Sleman. Kedua sentra ini merupakan penghasil susu kambing yang cukup besar,sekaligus tujuan para peternak dan calon peternak untuk mendapatkan bibitKambing PE.
Berbagai penyebab menyerbarnya kambing PE  ke berbagai daerah adalahkebutuhan masyarakat terhadap susu kambing untuk pengobatan, digunakan sebagaipejantan untuk memperbaiki kualitas kambing lokal pedaging, dan sebagai kambinghias atau kontes yang memiliki nilai jual tinggi.

Nilai Ekonomi
Beternak kambing PE lebih menguntungkan bila dibanding dengan memeliharakambing lokal / domba. Beberapa nilai ekonomis dari berternak kambing PE antaralain :
A. Penghasil susu
Di Indonesia susu kambing dikonsumsi sebagai obat alternatif, bukan sebagaipelengkap gizi. Umumnya, orang mengonsumsi susu ini untuk membantu penyembuhanpenyakit asma, tuberkolosis ( TBC ), eksim, membantu penyehatan kulit, mencegahpenuaan dini dan mencegah osteoporosis.  Pada masa laktasi kambing PEmampu menghasilkan 0,8 - 2,5 liter susu perhari, dengan harga jual antara Rp15.000 - 20.000 per liter. Sebagai gambaran jika seorangpeternak    memelihara 7 - 10 ekor, diperkirakan  yanglaktasi 5 ekor dan rata-rata menghasilkan 1 liter per hari, maka penghasilanpeternak tersebut setiap hari adalah sekitar 5 liter susu dengan hargarata-rata Rp. 15.000 perliter, maka pendapatan peternak tersebut adalah sekitarRp. 75.000 / hari.
B.  Penghasil Daging
Selain menghasilkan susu, kambing PE juga potensial sebagai penghasildaging. Sehingga pejantan kambing PE, banyak digunakan oleh peternak untukmemperbaiki kualitas kambing lokal pedaging. Karena perkawinan silang inimenghasilkan kambing dengan sosok badan lebih besar layaknya kambing PE.
C. Penghasil Pupuk & Kulit
Kotoran kambing PE dapat digunakan sebagai pupuk organik, sedangkan kulitnyakarena mempunyai ukuran yang lebih besar daripada kulit kambing lokal, makakulit kambing PE banyak di cari orang untuk digunakan sebagai bahan kerajinankulit.
D.  Sebagai Sumber Pendapatan
Beternak kambing PE , dapat digunakan sebagai sumber pendapatan alternatifdi pedesaan yang sangat menjanjikan bila ditekuni secara serius, biaya yang dikeluarkan untuk pembuatan kandang dan biaya perawatan relatif sama bila dibandingkan dengan biaya memelihara kambing lokal.
Sebagai gambaran dalam memelihara kambing PE adalah sebagai berikut :
Seandainya pada awal usaha kita memelihara 5 ekor betina dan 1 ekor kambingpejantan, maka dalam waktu 7 bulan, ternak kita  akan bertambah 5 ekoranak (perhitungannya 1 ekor induk minimal beranak 1 ekor, padahal biasanya 1 ekor induk melahirkan 2 atau 3 ekor anak). Dengan demikiansetiap 8 bulan berikutnya induk akan kembali melahirkan, sementara anakanpertama semakin besar dan mulai bunting.
Dengan gambaran diatas, beternak kambing PE dapat digunakan sebagai sumberpendapatan dari penjualan anakan karena harganya cukup tinggi maupun sebagaipenghasil susu. Disamping itu, bila kita memelihara pejantan kambing PEkualitas (great A), maka penghasilan akan bertambah dari banyaknya peternakyang ingin mengawinkan induknya. (biaya mengawinkan kambing betina denganpejantan unggulan berkisar Rp. 250.000 - 300.000 per kali perkawinan).
Adapun keunggulan lain dari Kambing PE, adalah karena sosok danpenampilannya, membuat kambing ini layak sebagai hewan Kebanggaan. Bahkan pada awal tahun 2000, marak diadakan kontes kambing PE.
Maraknya kontes kambing PE di berbagai daerah, memberi dampak positif pada munculnya beberapa kategori  atau kelas pada kambing PE. Misalnyakelas pejantan, kelas calon pejantan, kelas induk, dan kelas calon induk. Selain itu dengan adanya kontes ini seakan membangkitkan kembali rohpeternakan kambing PE, mengenalkan potensi kambing PE pada masyarakat,meningkatkan pendapatan peternak, meningkatkan minat beternak dan meningkatkankunjungan wisata.
Namun demikian,  disinyalir pada akhir-akhir ini diperkirakan sekitar500 - 1000 ekor per tahun Kambing PE kualitas A, banyak dikirim keluar dariJawa Tengah terutama dikirim ke Malaysia. Dengan adanya upaya-upaya pengirimankambing PE kualitas A keluar Jawa Tengah, akan memberi dampak yang kurang baikbagi kualitas / keturunan kambing PE pada masa yang akan datang. Oleh karenaitu upaya penghentian pengiriman kambing PE kualitas A, perlu segera dilakukandan memberi sanksi yang tegas bagi pelaku. Mengingat Kambing PE merupakanternak asli Jawa Tengah, sehingga  upaya untuk menjaga kelestarian dankemurnian genetik  ternak tersebut menjadi  kewajiban dan tanggungjawab moral kita  bersama.

sumber : Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Jawa Tengah

Penyakit Kambing


PENDAHULUAN
Ternak kambing merupakan ternak yang umum dipelihara di pedesaan. Masalah
yang sering dijumpai adalah serangan penyakit yang sangat merugikan peternak
karena dapat menghambat pertumbuhan, reproduksi bahkan kematian ternak.
Bagi peternak di pedesaan untuk mengobati ternak yang sakit wring mengalami
kesulitan, karma jauh dari kota ( toko obat ) dan harga obat yang terlalu mahal
sehingga sulit terjangkau oleh peternak. Untuk mengatasi hal tersebut, perlu dicari
alternatif lain yaitu dengan menggunakan obat tradisional yang ada dan dapat
dilakukan peternak serta harganya murah. Namun demikian usaha pencegahan juga
perlu dilakukan dengan menjaga kebersihan ternak dan lingkungannya, pemberian
pakan yang cukup (kualitas dan kuantitas), bersih dan tidak beracun.
Beberapa penyakit yang sering menyerang ternak kambing dan dapat diobati secara
tradisional diantaranya adalah sebagai berikut:
1. SCABIES (KUDIS)
Penyebab:
Parasit yang terdapat pada kotoran yang terjadi karena kandang kotor dan
ternak tidak pernah dimandikan.
Tanda- tanda:
- Kerak - kerak pada permukaan kulit
- Ternak selalu menggesekan bagian kulit yang terserang kudis
- Kerontokan bulu, kulit menjadi tebal dan kaku
Pengobatan :
Cukur bulu sekitar daerah terserang, mandikan ternak dengan sabun sampai
bersih, kemudian jemur sampai kering. Setelah kering dapat diobati dengan
menggunakan:
1. Belerang dihaluskan, dicampur kunyit dan minyak kelapa, kemudian
dipanaskan dan digosokkan pada kulit yang sakit.
2. Belerang dihaluskan dan dicampur dengan oli bekas dan digosok pada
bagian kulit yang sakit.
3. Kamper / kapur barus digerus, dicampur minyak kelapa dan dioleskan
pada bagian kulit yang sakit.
Pencegahan:
- Ternak yang berpenyakit kudis tidak boleh bercampur dengan ternak yang
sehat.
- Ternak yang baru dibeli harus bebas dari penyakit kudis
- Mandikan ternak dua minggu sekali.
- Bersihkan kandang seminggu sekali.
2. BELATUNGAN ( MYASIS )
Penyebab:
Luka daerah yang berdarah diinfeksi oleh lalat sehingga lalat berkembang
biak (bertelur) dan menghasilkan larva belatung.
Tanda-tanda:
- Adanya belatung yang bergerak-gerak pada bagian yang luka
- Bila belatungan pada kaki/teracak maka ternak terlihat pincang.
Pengobatan:
- Bersihkan luka dari belatung, kemudian obati dengan gerusan
kamper/kapur barus atau tembakau.
- Luka dibungkus dengan kain/perban untuk melindungi dari terjadinya luka
baru atau kotoran.
- Pada hari berikutnya luka dibersihkan, pengobatan diulang dan dibungkus
kembali. Biasanya dua atau tiga kali pengobatan sudah sembuh.
- Bila belatung sudah terbasmi, pemberian yodium tinctur dapat dipakai
untuk mempercepat pertumbuhan.
3. CACINGAN
Penyebab:
Bermacam-macam cacing terjadi karena kandang yang kotor atau padang
pengembalaan yang kotor.
Tanda-tanda:
- Kurus, bulu agak berdiri dan tidak mengkilap
- Sembelit atau mencret
- Lesu dan pucat
- Daerah rahang terlihat membengkak
- Mati mendadak
Pengobatan:
1. Tepung buah pinang dicampur dengan nasi hangat dikepal-kepal
kemudian dipaksakan untuk dimakan ternak. Ternak dianjurkan untuk
dipuasakan terlebih dahulu.
2. Daun kelor yang tua dibakar, kemudian debunya dicampur air dan
diminumkan. Pengobatan diulangi satu minggu kemudian.
Pencegahan:
- Kandang dibuat panggung dan bersih
- Pengaritan rumput setelah panas yaitu pada jam 12.00-15.00 atau
pengembalaan ternak pada siang hari jam 10.00-15.00.
- Jangan menggembalakan ternak pada daerah rawa, sungai dan sawah.
4. KERACUNAN TANAMAN
Penyebab:
Ternak memakan rumput-rumputan atau daun-daunan yang mengandung
zat racun.
Tanda-tanda:
- Mati mendadak, mulut berbusa, kebiruan pada selaput lendir,
pengelupasan kulit/eksim atau terjadi pendarahan.
Pengobatan:
- Cekoklah ternak dengan air kelapa muda.
Pencegahan:
- Tidak memberikan tanaman beracun atau menggembalakan ternak di
daerah yang banyak tumbuh tanaman yang mengandung racun.
           
5. KEMBUNG KAMBING
Tanda-tanda:
Penyakit kembung pada kambing biasanya dengan gejala sebagai berikut :
-Lambung sebelah kiri membesar ke arah atas dan luar,
akan terdengar suara seperti drum bila ditabuh.
-Ternak merasa sakit, gelisah, dan sulit bernafas.
-Daerah mulut sampai daerah mata berubah menjadi
kebiru-biruan karena kekurangan oksigen.
-Ternak tidak mampu menghilangkan gas yang dihasilkan
oleh lambung pertama (rumen). Gas timbul karena ternak
terlalu banyak makan hijauan legum, pemberian pakan yang tidak teratur,
ternak yang terlalu lapar lalu makan hijauan/rumput basah.
Pengobatan :
-Ternak dipaksa berdiri dan berjalan,
Ikatkan tali atau kayu kecil dalam mulut, ternak dipaksa berdiri,
kaki depan diganjal hingga lebih tinggi sehingga ternak terpaksa
melakukan kegiatan mengunyah dengan tujuan agar air liur banyak keluar
dan kembung dapat berkurang;
-Ternak diberi gula yang disedu dengan asam
dengan posisi berdiri dengan kaki depan lebih tinggi sambil perut ternak
ditekan-tekan.Apabila sudah kritis, masukan feeding tube (pipa kecil)
ke dalam rumen (lambung) melalui mulut, kemudian dihisap (dipompa keluar)
Bagaimana mengobati kembung pada kambing dengan obat tradisional?
Pengobatannya ada beberapa alternatif sebagai berikut :
1) Campuran minyak kelapa dan parutan jahe dioleskan pada bagian
perut yang menonjol.
2) kapur sirih digosok-gosokkan pada bagian perut.
3) kopi hangat diminumkan pada ternak.
4) kopi hangat diminumkan pada ternak.
5) 10 asam jawa yang dimasak ke dalam air hangat.
ditambahkan gula merah dan 5 buah kunyit yang digerus,
aduk sampai rata dan diminumkan pada ternak.
Sumber : Kumpulan peragaan dalam rangka Penelitian Ternak Kambing dan
domba di pedesaan, Balitnak, Ciawi, dan diperbarui oleh knotydevalovic dari berbagai sumber.

PENCEGAHAN DAN CARA PENANGANAN PENYAKIT PADA TERNAK KHUSUSNYA KAMBING

Bloating (Kembung atau masuk angin )
Kambing yang terjangkit ini biasanya dikarenakan terlalu banyak mengkonsumsi pakan hijauan terutama rumput yang masih muda atau rumput yang berembun (basah), sehingga akan menimbulkan produksi gas yang berlebih dalam perut kambing. ciri-ciri ternak yang terserang penyakit ini memiliki berbagai gejala , antara lain (1) bagian perut kembung, sa'at diraba terasa keras dan ternak merasa sakit; (2) susah dalam proses BAB ( buang air besar ); (3) sa'at berbaring kambing akan mengalami kesulitan untuk berdiri kembali. Program pengendalian yang biasa dilakukan, untuk pencegahan bisa di lakukan langkah-langkah sebisa mungkin kambing tidak memakan rumput yang masih muda atau mengandung tetes embun, atau tidak digembalakan pada pagi hari, bisa juga memberikan obat masuk angin yang tersedia di toko_toko atau apotik.
Cacingan
Penyakit cacingan merupakan penyakit yang paling sering terjadi pada kambing. Penyakit ini disebabkan oleh parasit internal pada saluran pencernaan kambing. Banyak sekali jenis cacing yang dapat menimbulkan cacingan pada kambing, antara lain Trichuris sp., Oestophagostomum sp., dll. Gejala cacingan, sbb (1) kambing kurus, lemah, serta lesu; (2) nafsu makan berkurang; (3) bulu serasa kasar dan berdiri, kusam atau bahkan rontok berlebih; (4) perut buncit dan kepala agak menunduk; (5) biasanya diare. Pencegahan yang dapat dilakukan, antara lain kebersihan kandang harus selalu terjaga. Kambing yang terkena cacingan dapat diobati dengan pemberian obat cacing secara teratur.
Scabies
Penyebab penyakit ini adalah ektoparasit, yaitu Sarcoptes scabiei. ciri-ciri yang timbul, antara lain (1) kambing kurus; (2) terdapat bercak merah pada kulit, bersisik dan gatal. Program pengendalian dan pencegahan yang biasanya dilakukan, antara lain kandang dan ternak ( kambing ) sebisa mungkin selalu bersih dan steril, isolasi bagi ternak yang terinfeksi penyakit tsb,mencukur bulu pada bagian yang terjangkit dan pemberian anti parasit seperti Ivomec bagi ternak terinfeksit (terapi) dan kambing yang sehat sebagai imunisasi,
Pink Eye
Penyakit ini biasanya disebabkan mata kambing terkena benda-benda tajam, sebagai contoh ujung kayu, debu,bekatul sa'at pemberian pakan dan duri atau dapat juga di sebabkan oleh parasit. Gejala penyakit ini antara lain (1) mata berair dan kemerahan; (2) selalu menghindar dari sinar matahari; (3) biasanya diikuti pembengkakan di sekitar mata dan lebih parah ternak bisa menjadi buta permanen jika tidak di tangani secara langsung dan berkala.isolasi ternak yang terjangkit karna penyakit jenis pinkeye sangat mudah menulari ternak lain. Pengendalian penyakit yang dapat dilakukan diantaranya adalah menghindari pemberian hijauan yang terdapat duri,cacah halus pakan, pembersihan kandang,bersihkan ternak menggunakan air hangat dan pemberian salep mata disarankan pada kambing yang menderita pink eye tersebut.
Orf atau Dakangan
Penyebabnya adalah kambing terkena rumput yang berbulu atau debu dari konsentrat ketika makan kemudian timbul infeksi. Gejala klinis penyakit ini adalah adanya benjolan dan keropeng hitam pada sekitar mulut. Penyakit ini dapat dikendalikan dengan program vaksinasi. Pengobatan penyakit ini, yaitu dengan membuat luka baru pada keropeng dan beri preparat iodium dan suntik dengan antibiotik.
Antraks
Penyebab penyakit ini adalah Bacillus anthracis yang menular melalui kontak langsung, makanan atau minuman, dan dapat juga melalui pernafasan. gejala ternak yang terjangkit virus antraks antara lain,  (1) demam tinggi, badan lemah, dan tubuh gemetar; (2) gangguan pada pernafasan; (3) pembengkakan pada kelenjar dada, leher, alat kelamin, dan badan penuh bisul; (4) terkadang darah berwarna merah kehitaman keluar melalui lubang hidung, telinga, mulut, anus, dan alat vital; (5) kotoran ternak cair dan sering bercampur darah; (6) limpa bengkak dan berwarna kehitaman. Program pengendalian penyakit antraks adalah dengan membakar kambing yang mati.
Penyakit Mulut Dan Kuku (PMK) atau Apthae Epizootica (AE)
Penyebab penyakit ini adalah virus dan menular melalui kontak langsung melalui air kencing, susu, air liur, dan benda lain yang tercemar virus AE. Gejala penyakit ini di antara lain (1) rongga mulut, lidah, dan telapak kai atau kikil melepuh serta terdapat tonjolan bulat berisi cairan yang bening; (2) demam atau panas, terkadang suhu badan menurun drastis dan tidak stabil; (3) nafsu makan menurun bahkan tidak mau makan sama sekali; (4)keluarnya air liur yang berlebihan. Pengendalian penyakit ini dengan cara vaksinasi serta pada kambing yang terinfeksi diisolasi dan diobati secara terpisah sebisa mungkin kandang isolasi jauh dari kandang ternak yng sehat.
Mastitis
           Mastitis merupakan peradangan pada kambing ataupun puting yang sangat sering dijumpai pada ternak kambing perah, penyakit ini sangat merugikan peternak  karena dapat mengurangi jumlah produksi susu dan susu yang di hasilkan kurang baik kualitasnya. Mastitis sering kali diakibatkan oleh infeksi bakteri staphylococcus aureus ataupun saat proses pemerahan yang kurang sempurna sehingga susu belum sepenuhnya habis pada sa'at pemerahan berlangsung. Mastitis dibagi menjadi 2 yaitu klinis dan subklinis, kejadian mastitis subklinis merupakan yang paling sering terjadi di Indonesia karena tidak menimbulkan gejala klinis tetapi hanya menyebabkan penurunan produksi susu. Pengujian mastitis subklinis dapat dilakukan dengan IPB-mastitis test 1. Pengobatan mastitis dapat dilakukan dengan pemberian antibiotika intra-mammary yang disertai dengan perbaikan proses pemerahan.
Radang Kuku atau Kuku Busuk
Penyakit ini menyerang kambing yang dipelihara dalam kandang yang basah dan kotor. Gejala penyakit ini, yaitu (1) mula-mula sekitar celah kuku bengkak dan mengeluarkan cairan putih keruh; (2) kulit kuku mengelupas; (3) tumbuh benjolan yang menimbulkan rasa sakit; (4) sapi pincang dan akhirnya kambing mengalami kelumpuhan. pengobatan dan penanganan dapat di lakukan dengan cara memotong kuku pada ternak,kemudian bisa di siramkan alkohol supaya kuman dan bakteri pada bagian terinfeksi mati,perban kaki kambing tsb dan hindarkan kambing pada tempat-tempat kotor.

NB : sebaiknya kandang dan ternak selalu bersih agar ternak dan peternak merasa nyaman.